POSTED BY Admin # Tips 6 January 2020

Perawatan Komponen Kopling Mobil dan Fungsinya

Berbagai Komponen pada Kopling, Fungsi, dan Perawatannya

Kopling atau dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah ‘clutch’ merupakan salah satu komponen yang terdapat pada mobil bertransmisi manual. Komponen yang satu ini terletak di sebelah kiri pedal rem dan pedal gas, yang akan mengurangi putaran mesin saat dilakukan perpindahan gigi transmisi sehingga gigi transmisinya dapat masuk dengan halus. Tak hanya terdiri dari pedal saja, ternyata ada beberapa bagian lain yang menyusun komponen mobil yang satu ini. Sebagai pemilik mobil, Anda harus mengetahui komponen-komponen penyusunnya beserta fungsinya. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak terduga mengenai komponen mobil yang satu ini, Anda dapat segera melakukan penggantian. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan berikut ini!

Syarat-Syarat yang Harus Dimiliki oleh Kopling

  1. Bisa menghubungkan putaran mesin ke bagian transmisi

  2. Bisa memindahkan tenaga mesin ke transmisi

  3. Bisa memutus hubungan daya mesin yang  sedang dioperasikan

Komponen-Komponen Mobil Beserta Fungsinya

Berikut ini adalah beberapa komponen yang terdapat pada salah satu bagian dari mobil bertransmisi manual ini beserta dengan fungsinya masing-masing:

  1. Pedal Kopling

pedal-kopling-mobil.jpg

Pedal merupakan komponen utama yang terletak di sebelah kiri dan diinjak dengan menggunakan kaki kiri secara perlahan-lahan. Fungsi dari komponen yang satu ini adalah untuk mengatur jarak antara bagian kopling dengan roda gila (flywheel). Selain itu, komponen penyusun yang satu ini  juga berfungsi untuk meneruskan atau memutuskan aliran mesin ke sistem penggerak. 

Komponen yang satu ini memeliki perawatan khusus agar mobil dapat bekerja secara maksimal. Pedal yang tak dirawat dengan baik akan terasa berat dan keras sehingga membuat kaki pengemudi terkadang terasa pegal saat menginjaknya. Anda dapat melakukan perawatan sederhana dengan membersihkan komponen ini menggunakan pelumas atau dengan mengganti plat yang mulai menipis. Dengan melakukan perawatan secara rutin, maka Anda akan merasa nyaman dan aman saat berkendara.

  1. Master Kopling Atas

master-kopling-atas.jpg

Master kopling atas merupakan komponen yang letaknya dekat dengan bosster rem mobil. Fungsi dari komponen ini adalah untuk meneruskan tekanan secara perlahan dari pedal kopling ke master kopling bawah. 

Saat Anda menekan pedal kopling, minyak kopling akan mengalir dari bagian master kopling atas ke master kopling bawah lewat selang untuk menerapkan tekanan agar membebaskan kopling. Pada komponen ini terdapat tabung penyimpanan yang berguna untuk menampung minyak kopling yang ada di dalamnya. Apabila minyak tersebut bocor, maka akan menyebabkan mesin panas dan juga gigi persneling susah masuk karena minyak kopling berkurang. 

Komponen ini juga harus Anda perhatikan agar tetap bisa bekerja secara normal. Untuk itu, komponen ini memerlukan perawatan yang rutin. Selain itu, Anda juga bisa diganti komponen ini jika mengalami masalah atau gangguan. Biasanya minyak kopling perlu diganti pada kilometer mencapai 40.000. Anda juga harus memeriksa bagian master kopling atas apabila Anda menemukan kejanggalan pada saat menginjak pedal kopling. 

  1. Master Kopling Bawah

master-kopling-bawah.jpg

Master kopling bawah adalah komponen yang masih berhubungan dengan master kopling atas. Fungsi dari komponen ini adalah meneruskan pekerjan dari master kopling atas. Setelah menerima tekanan dari bagian master kopling atas, bagian master kopling bawah akan meneruskan tekanan tersebut ke dalam garpu membebas atau fork kopling untuk mendorong maju serta membebaskan plat dari himpitan matahari kopling dan flywheel. 

Komponen ini memiliki perawatan yang hampir sama dengan master kopling atas karena memang masih saling berhubungan. Jika master kopling bawah mengalami kerusakan, maka yang akan terjadi adalah mobil akan tidak bisa masuk gigi, dan harus menunggu mesin tersebut dingin untuk dapat dijalankan kembali. Untuk menghindari kerusakan seperti itu, Anda perlu membersihkan secara berkala jika komponen ini terlihat kotor lantaran letaknya yang ada di bagian bawah. Jika Anda melakukan penggantian master kopling atas, maka sebaiknya Anda juga mengganti bagian master kopling bawah. 

  1. Garpu Pembebas atau Fork Kopling

fork-kopling.jpg

Garpu pembebas atau fork kopling adalah komponen yang memiliki dua fungsi, yaitu untuk menghubungkan release kopling dengan release bearing yang bergerak maju mundur, serta untuk menekan cover clutch untuk membebaskan putaran mesin saat pengemudi menginjak pedal kopling 

Lengan garpu yang semakin panjang akan berpengaruh pada ringan atau tidaknya pedal kopling saat ditekan. Namun garpu dengan lengan yang panjang, akan membuat kopling terlihat lebih tinggi, seperti yang diterapkan pada mobil-mobil berukuran besar, truk, ataupun bus. Sementara itu, mobil yang berukuran kecil  memiliki lengan garpu yang tak sepanjang yang terdapat pada bus atupun truk. 

Penggunaan garpu pembebas secara terus-menerus akan membuatnya mengalami kerusakan berupa keausan sehingga injakan kopling akan terasa lebih dalam. Kerusakan yang terjadi pada komponen ini akan menyebabkannya tidak bisa mendorong release bearing dari flywheel. Untuk memperbaiki kerusakan tersebut, Anda harus melakukan penggantian release bearing.

  1. Plat kopling

plat-kopling.jpg

Plat kopling adalah komponen yang berupa jaringan berupa piringan yang terbuat dari campuran logam. Fungsi dari komponen ini adalah untuk meneruskan tenaga yang berasal dari mesin menuju ke bagian transmisi. Terdapat beberapa komponen pada Plat koling ini, di antaranya:

    Clutch Hub, yaitu komponen yang berfungsi sebagai tempat perakitan clutch disc dengan input shaft pada transmisi sehingga akan terjadi gerakan maju dan mundur. 

      Disc Plate, yaitu  rangka utama dari unit clutch disc yang memiiki fungsi untuk menahan beban kerja dari kopling

        Torsion dumper, yaitu komponen yang berfungsi untuk pengurangan dan percepatan tekanan. 

          Facing, yaitu bagian dari plat kopling yang berfungsi untuk memperlebar daya gesek sehingga pemindahan daya mesin menjadi lebih optimal dan juga stabil. 

            Cushion Plate, yaitu komponen yang memiliki fungsi untuk menghaluskan kopling


            1. Release Bearing Kopling

            kopling.jpg

            Release Bearing Kopling adalah suatu bantalan yang tertutup dengan tipe pelumas permanen sehingga membuat komponen yang satu ini tidak dapat dibuka dan dibersihkan. Bagian di dalam komponen ini tidak bisa diberi pelumas dan tidak dapat dibongkar. 

            Release bearing berfungsi untuk meneruskan tekanan dari garpu pembebas menuju pegas diafragma pada saat pedal diinjak oleh seorang pengemudi. Cara kerja dari komponen ini adalah tidak hanya menekan tetapi juga berputar karena menghubungkan release fork yang diam dan pegas diafragma yang berputar. 

            Karena sifatnya yang permanen dan tidak data dibuka pada saat akan dibersihkan, maka release bearing ini harus dibuat dengan menggunakan material khusus agar tidak cepat mengalami kerusakan. Jika release bearing mengalami kerusakan, maka bagian pedal kopling akan bergetar saat diinjak oleh pengemudi. Selain itu, gerakan release bearing yang keras akan membuat diafragma patah ataupun mengalami keausan. Maka dari itu, ketika Anda menemukan masalah tersebut, segera lakukan penggantian komponen yang satu ini. Anda juga harus melakukan pemeriksaan secara berkala untuk menghindari keauasan ada release bearing. 

            1. Cover Clutch

            Cover clutch merupakan komponen yang disebut juga sebagai matahari kopling. Letak komponen yang satu ini adalah terpasang atau dibautkan dengan flywheel. Komonen yang satu ini berfungsi sebagai dudukan dari plat kopling, kemudian menekan plat kopling ke bagian flywheel untuk meneruskan tenaga ke bagian mesin. Terdapat dua macam cover clutch, yaitu cover clutch dengan pegas oil dan cover clutch dengan pegas diafragma. 

            Cover clutch dengan pegas oil, terdiri atas pressure plate yang pada umumnya terbuat dari bahan baja yang dilebur dan diratakan untuk menekan plat kopling. Penggunaan cover clutch ini biasanya terdapat pada bus, truck, dan lain sebagainya. Sementara itu, cover clutch dengan pegas diafragma adalah komponen yang berfungsi untuk memberikan tekanan pada plat kopling dan juga roda penerus. 

            Ciri-Ciri Kopling Mengalami Aus

            Semua komonen yang telah disebutkan tadi memiliki fungsinya masing-masing. Jika salah satu komponen mengalami kerusakan atau masalah, maka hal ini akan mempengaruhi kinerja komponen tersebut secara keseluruhan. Hal yang sering menjadi masalah adalah plat kopling yang mengalami keausan. Berikut ini adalah beberapa cici-ciri plat kopling yang aus:

            • Terjadi selip 

            • Tarikan mobil menjadi terasa berat dan kurang bertenaga

            • Meski Anda telah menginjak gas dalam-dalam, kecepatan mobil akan tetap terasa kurang

            • Plat kopling yang mengalami aus akan membuat pengemudi merasa kesulitan dalam memindahkan persneling. Untuk memindahkan gigi memang diperlukan plat kopling yang memiliki kondisi yang baik, bukan sebaliknya. 

            • Saat berjalan menanjak, Anda akan mencium bau gosong karena plat kopling panas dan terbakar.

            Service Kopling Mobil Sekarang!
            Cara Merawat Komponen Kopling Mobil

            Agar dapat tetap bekerja secara optimal, Anda perlu mengetahui bagaimana cara merawat komponen yang telah disebutkan sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk menjaga supaya komponen mobil yang satu ini menjadi lebih awet serta tidak mudah mengalami keausan. Namun, sebelum kita membahas mengenai cara perawatan komponen tersebut, terlebih dahulu Anda harus mengetahui apa saja penyebab terjadinya keausan pada  komponen mobil yang satu ini, di antaranya:

            • Keausan akan terjadi pada plat matahari pada bagian clutch cover dan juga release bearing karena pengemudi meletakkan kakinya secara terus menerus pada saat mobil dalam keadaan melaju. 

            • Melakukan teknik setengah kopling pada sat sedang berada di jalan yang menanjak. Teknik ini akan membuat plat kopling mudah mengalami keausan sehingga menjdi tipis dan berumur pendek. 

            • Melepaskan komponen yang satu ini dengan cara yang kasar. Plat kopling yang tidak rata akan menyebabkan kopling menjadi bergetar. 

            Adapun cara sederhana yang dapat mencegah keausan pada bagian ini adalah:

            • Periksa secara rutin bagian master kopling bawah karena bagian ini adalah yang kerap tertumpu oleh beban berat. Selain itu, Anda juga perlu memeriksa kemungkinan terjadinya kebocoran minyk kopling.

            • Hindari teknik setengah kopling ketika sedang berada pada jalan yang menanjak untuk mencegah terjadinya keausan. Lebih baik Anda menggunakan rem tangan atau menggunakan rem tromol.

            • Tidak melepas secara kasar komponen yang satu ini karena dapat mengakibatkan terjadinya aus pada bagian plat kopling. 

            • Jika terjadi kebocoran pada oli, Anda harus segera mengganti seal crankshaft.

            • Selalu periksa tekanan pedal kopling saat diservis.

            Demikianlah pembahasan tentang berbagai macam komponen penyusun kopling, fungsinya, dan juga cara perawatannya. Sebaiknya Anda harus rutin komponen mobil ini supaya awet dan tahan lama. Hal ini pada akhirnya akan membantu Anda untuk menghemat anggaran service mobil Anda. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.
            call supercar.id now (+62)819 3288 0757 whatsapp custom.co.id now 0818 0818 2277